Dulu, dulu ku alpa dalam menilai kehidupan abadi. Aku terbuai oleh kehidupan duniawi yang terkadang membawa aku ke jalan yang tidak benar. Aku tahu jalan yang aku lalui dulu bukan jalan yang diredhai, tetapi aku berlakon seperti aku ini yang jahil tidak tahu apa-apa, padahal aku tahu hukum dosa dan pahala. Aku lalai dalam setiap perbuatan. aku lakukan suruhan Allah, tetapi dengan hati yang terpaksa, tidak ikhlas.. ya Rab, bersalah dan berdosanya aku kepadaMu.
Usia semakin menginjak tua. Syukur aku masih lagi diberi kesempatan oleh Allah s.w.t untuk aku kembali kepangkal jalan. Jalan yang lurus. Allah jentik hati aku di kala aku merasakan bahawa tiada lagi tempat untuk aku harus bergantung. Aku terkadang malu dengan diri sendiri, apatah lagi dengan Allah. Ya Allah betapa banyaknya dosa hambaMu ini lakukan.
Dengan segala kudrat yang aku ada, aku bangun, bangun mencari sinar petunjukMu. Mengenangkan segala dosa yang aku lakukan, aku bertaubat dan memohon ampun seikhlasnya kepada Allah s.w.t.Air mata ini aku relakan ia mengalir menginsafi segala khilaf yang dulu pernah aku lakukan. Allah hadirkan orang-orang yang baik untuk aku terus memanjat rasa syukur, rasa berterima kasihku padaNya.
Aku ingin berubah. Berubah ke fasa yang lebih baik. Aku ingin tinggal kan segala dosa dosa yang pernah aku lakukan dahulu. Mungkin perubahan ini tidak memberi kesan kepada mereka yang berda di sekelilingku, tetapi ianya telah memberi impak yang sangat besar dalam hidupku. Hatiku, jiwaku dan ragaku menjadi setenang tenangnya. Itu lah salah satu nikmat yang Allah berikan kepadaku. Alhamdulillah.Aku bersyukur.
Aku tahu, Allah sentiasa membuka seluas luas pintu taubat untuk hambaNya yang ingin bertaubat. Sesungguhnya pembuat dosa yang baik adalah pembuat dosa yang bertaubat.
Aku bersihkan hati. Aku muhasabah diri. Aku perbaiki diri ke arah lebih baik. Aku KUTIP segala iman yang pernah aku campak dulu. Aku ingin menjadi insan yang di pandang tinggi oleh Allah. Never turn back. you are in the right path. Insha Allah.
" siapa kita dahulu tidak penting di mata Allah. Siapa kita yang sekarang adalah lebih penting untuk mencapai RedhaNya."